Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AMALAN SUNNAH BULAN RAMADHAN!


10 AMALAN SUNNAH YANG DI ANJURKAN SAAT BULAN RAMADHAN!





Bismillah, sebentar lagi kita bakal memasuki babak ramadhan. Babak di mana kebaikan di lipat gandakan, setiap dosa diampuni jika seorang hamba kembali kepada Allah (bertaubat), dan babak yang penuh rahmat.

Akan sangat di sayangkan bila yang kita laku
kan hanya berdiam diri atau menjalankannya hanya sebagai formalitas. Bener?

Maka dari itu, marilah sama-sama kita optimalkan babak ramadhan ini dengan sunnah-sunnah yang bisa di lakukan saat bulan ramadhan.

Apa aja sih Nan sunnah-sunnah yang bisa kita lakukan di bulan ramadhan?

Ada banyak, dan berikut beberapa sunnah yang bisa Anda lakukan selama bulan ramadhan

1. Tadarus Al-Quran
Ini momentum yang pas untuk kita memperbanyak membaca Al-Quran. Kenapa? Karena pada bulan ini, semua amalan baik Allah lipat gandakan.

Bayangkan, bila membacanya saja memiliki kebaikan yang berlipat, apalagi kita membacanya di bulan ramadhan, maka pahalanya akan jadi berlipat-lipat. Luar biasa, bukan?

Maka, jangan sia-siakan momentum ini, ambil Quran Anda, dan mulailah membacanya sesering mungkin.

2. Mengkhatamkan Al-Quran
Saya yakin hal ini sudah menjadi kebiasaan yang kita lakukan selama bulan puasa. Ya, apalagi kalau bukan mengkhatamkan Al-Quran.

Bagi Anda yang berniat untuk mengkahatamkan Al-Quran atau ingin menambah jumlah khatam Al-Quran Anda, berikut ada trik mengkhatamkan Al-Quran yang bisa Anda coba selama bulan ramadhan

#UNTUK SATU KALI KHATAM

1. Shalat Subuh 4 halaman
2. Shalat Zhuhur 4 halaman
3. Shalat 'Ashar 4 halaman
4. Shalat Maghrib 4 halaman
5. Shalat 'Isya 4 halaman

#UNTUK DUA KALI KHATAM

1. Shalat Subuh 8 halaman
2. Shalat Zhuhur 8 halaman
3. Shalat 'Ashar 8 halaman
4. Shalat Maghrib 8 halaman
5. Shalat 'Isya 8 halaman

#UNTUK TIGA KALI KHATAM

1. Shalat Subuh 12 halaman
2. Shalat Zhuhur 12 halaman
3. Shalat 'Ashar 12 halaman
4. Shalat Maghrib 12 halaman
5. Shalat 'Isya 12 halaman.

Gimana, udah kebayang kan caranya? Jangan lupa di praktekin ya ^_^

3. Menyegerakan berbuka
Ini menjadi salah satu sunnah yang di anjurkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Thabrani dalam al-Mu’jam al-kabir bahwa:

“Ada tiga perkara yang termasuk akhlaq para Nabi; menyegerakan ifthar, mengakhirkan makan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika (berdiri) dalam shalat” (Majma’ az Zawaid 2/150)

Namun perlu di garis bawahi, berbuka di sini di usahakan untuk berbuka dengan yang ringan dan tak mengenyangkan. Sebagai contoh, rasul biasanya berbuka dengan buah kurma. Setelah itu rasul bergegas ke masjid untuk melaksanakan shalat maghrib

Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air” (HR. Abu Dawud (no. 2356))

Inget, jangan kebanyakan ya, entar kembung..hihi

4. Sahur
Dalam makan sahur terdapat keberkahan, makan sahur adalah suatu hal yang disunnahkan dan dianjurkan untuk diakhirkan. Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Makan asalnya mubah (boleh). Namun jika makan seperti ini diniatkan untuk taqorrub (mendekatkan diri) pada Allah dan menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bisa berubah menjadi hal yang disunnahkan.

Hadits ini menunjukkan dianjurkannya mengakhirkan makan sahur karena kata sahur dalam bahasa Arab dimaksudkan untuk akhir malam.

Kata ‘sahuur’ berbeda dengan kata ‘suhuur’. Sahuur berarti makanan yang dimakan di waktu sahur. Sedangkan suhuur bermakna aktivitas makan sahur. Jadi yang satu berarti makanan dan yang lain berarti (aktivitas) makan.

Semoga dengan menjalankan anjuran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan makan sahur ketika hendak berpuasa mendatangkan barokah dan anugerah dari Allah Swt.

5. Memberi makan orang yang berbuka
Pada bulan ini kita sering jumpai orang-orang sering membagikan takjil pada orang-orang.

Hal itu mereka lakukan karena keutamaan yang didapat dari amalan itu seperti yang disabdakan oleh Nabi kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamdalam hadits berikut,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Apa saja yang bisa di bagikan? Banyak hal, yang penting layak untuk di makan/minum saat berbuka. Misal..

• Air mineral
• Air berasa (Teh, Minuman saset, Etc)
• Kurma
• Gorengan

6. Memperbanyak sedekah
Inget apa yang saya katakan dipoin pertama? Ya, pada bulan puasa, semua kebaikan akan di lipat gandakan oleh Allah, termasuk bersedekah.

Maka dari itu, momen ini menjadi salah satu momen yang pas untuk kita memperbanyak aktifitas sedekah kita.

Rasulullah pernah ditanya: “Sedekah manakah yang paling utama? beliau menjawab: Sedekah di Bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).

Gimana, udah siap buat sedekah gila-gilaan? Alhamdulillah ^_^

7. Shalat tarawih
Kita pasti sudah tak aneh dengan shalat tarawih, karena dari tahun ke tahun kita pasti pernah melaksanakannya pada saat bulan ramadhan. Bener?

Sedikit mengingatkan kembali, shalat ini bisa dilakukan di rumah ataupun masjid, dengan jumlah rakaat bisa 11 ataupun 23. Cuman rata-rata di Indonesia jumlah rakaatnya 23, karena mengacu pada mazhab syafii, mazhab yang banyak di pakai oleh orang Indonesia.

Kalau ada yang 11 rakaat gimana, Nan?

Nggak gimana-gimana, itu juga di perbolehkan. Paham?

8. I'tikaf di masjid
Itikaf itu aktifitas menetap di masjid. Dan menurut Imam Syafii, syarat suatu masjid bisa di pakai untuk i'tikaf adalah masjid yang di pakai untuk shalat jumat juga.

Selain itu, waktu i’tikaf afdhal nya di lakukan pada akhir bulan ramadhan (10 hari terakhir), sebagaimana hadits yang disampaikan ummul mu’minin ‘Aisyah, ia berkata,

“Nabi salallahu ‘alaihi wassalam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan, hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ssst..semoga kita bisa beritikaf secara full ya, selama 10 hari.. Aamiin

9. Memohon ampunan Allah dan memperbanyak istigfar

Salah satu keutamaan di bulan ramadhan adalah pintu ampunan Allah di buka selebar-lebarnya. Maka dari itu, ini merupakan salah satu momentum yang pas untuk kita meminta ampunan Allah.

Gimana caranya, Nan? Bisa dengan 2 cara berikut

• Berdoa, memohon ampunan Allah
• Beristigfar

Insya Allah dengan 2 hal tersebut, Allah akan memberikan ampunan pada kita.

10. Umroh di bulan ramadhan

Amalan umroh pun akan menjadi istimewa ketika di kerjakan di bulan ramadhan.

Apa keistimewaannya? Dalam lafadz Muslim disebutkan,
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Umrah pada bulan Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Muslim no. 1256)

Apa maksudnya, Nan? Jadi ketika kita melakukan ibadah umrah pada saat bulan ramadhan, maka pahala kita sama dengan berhaji. Tapi perlu di ingat, hal ini tidak bisa menggantikan kewajiban kita untuk berhaji lho ya. Hanya keutamaan dan pahalanya saja yang sama, sementara kewajibannya tidak.

Nah, itulah beberapa sunnah yang bisa Anda lakukan di bulan ramadhan.

Silahkan di share jika di rasa bermanfaat

"Barang siapa menunjukkan satu kebaikan, maka baginya pahala semisal orang yang mengikuti KEBAIKAN tersebut."
(HR. Muslim, no. 1893)


Posting Komentar untuk "AMALAN SUNNAH BULAN RAMADHAN!"